Museum Wisata Di Bali

1. Monumen Bom Bali
 Museum Wisata Di Bali
Pada tahun 2002 yang lalu, sebuah peristiwa besar terjadi di Bali dan mendapat perhatian, simpati, serta kecaman dari berbagai penjuru dunia. Tidak kurang dari 202 nyawa melayang akibat peristiwa pengeboman yang dilakukan Amrozi dan kawan-kawannya.

Untuk mengenang tragedi tersebut, monumen ini dibangun oleh pemerintah daerah Bali. Lokasinya berada di Jalan Legian, Kuta, di depan Paddy’s Pub dan Sari Club. Di monumen peringatan ini Anda dapat menemukan nama dan negara asal korban tragedi Bom Bali. Tentu saja, Anda bebas mengunjungi monumen ini tanpa dikenakan biaya apa pun.

2. Monumen Bajra Sandhi
 Museum Wisata Di Bali
Jika monumen Balizdidirikan untuk mengenang korban tragedi, maka Monumen Bajra Sandhi dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen ini berada di depan Kantor Gubenur Bali dan Gedung DPRD Provinsi Bali, tepatnya di Lapangan Niti Mandala Renon. Di tempat inilah Perang Puputan terjadi.

Museum yang menceritakan perjuangan rakyat Bali sejak masa prasejarah hingga merebut kemerdekaan ada di lantai dua monumen. Dalam menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali, pengelola menggunakan konsep diorama sejumlah 33. Sementara itu di lantai tiga, Anda dapat menikmati pemandangan Denpasar dan sekitarnya melalui kaca, seperti di Monas.

Tempat wisata Monumen Bajra Sandhi buka pada hari Senin-Jumat, pukul 08.00-17.00 WITA. Anda cukup membayar Rp5.000,00 untuk mengunjungi monumen ini. Selain museum, monumen ini juga memiliki fasilitas lain seperti perpustakaan, kolam ikan, dan pameran kerajinan tangan.   

3. Pura Besakih
 Museum Wisata Di Bali
Pura Besakih merupakan pura terbesar umat Hindu yang ada di Bali. Pura ini merupakan sebuah kompleks pura, terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kompleks ini terdiri atas satu pura pusat, yakni Pura Penataran Agung Besakih, dan 18 pura pendamping yang terdiri atas satu Pura Basukian dan 17 pura lainnya. Secara umum, Pura Besakih menjadi pusat kegiatan seluruh pura yang ada di tanah Bali.

Berdiri megah di kaki Gunung Agung, keberadaan Pura Besakih sendiri tidak lepas dari keterkaitannya dengan gunung tertinggi di Bali ini. Gunung Agung dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur dan para dewa utusan Sang Hyang Widhi. Untuk itulah, masyarakat mendirikan sebuah bangunan suci tepat di kaki Gunung Agung sebagai tempat memuja para dewa. Pura ini telah ada sejak tahun 1007 Masehi dan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO pada tahun 1995.

Pastikan Anda berpakaian sopan saat mengunjungi tempat suci ini. Perempuan yang sedang haid tidak diperkenankan untuk masuk. Pura ini terbuka untuk umum setiap hari pukul 09.00-17.00 WITA. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp15.000,00 untuk tiket masuk dan Rp2.000,00-Rp3.000,00 untuk parkir.

Komentar